Rabu, 16 Mei 2012

Usia Pemimpin Bangsa dan Kesehatan


SUARAPOS.blogspot.com -  Saat ini, terjadi diskusi yang menarik seputar usia yang ideal untuk pemimpin bangsa atau kepala daerah.  Sebelum membicarakan hal ini lebih lanjut, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui mengenai definisi seputar usia seseorang.


Kelompok Usia lanjut (Usila) adalah kelompok orang dengan umur diatas 60 tahun. Semua orang yang berumur diatas 60 tahun disebut USILA. Dan apabila orang Usila ini mempunyai berbagai penyakit kronis seperti hipertensi, DM, sakit ginjal atau lain-lain sehingga masuk sebagai multi patologi maka kelompok tersebut disebut Geriatri.
Dalam menilai kesehatan seseorang, umur merupakan hal penting yang harus diketahui. Karena dengan diketahui umur seseorang, maka dapat diprediksi penyebab penyakit seseorang tersebut.Kenapa kelompok di atas 60 tahun ini perlu mendapat perhatian? Umur di atas 60 tahun berhubungan dengan berbagai risiko penyakit. Berbagai penyakit kanker menggunakan batasan umur 60 tahun untuk menentukan peningkatan resiko penyakit kanker. Gangguan pada lambung dan saluran pencernaan akan meningkat pada pasien yang berusia 60 tahun jika menggunakan obat rematik.
Jadi, usia 60 tahun menjadi parameter berbagai risiko penyakit. Pasien diatas 60 tahun juga berisiko untuk terjadinya penyakit kencing manis dan hipertensi. Kelompok umur di atas 60 tahun juga berisiko untuk terjadinya gangguan ginjal. Usia 60 tahun juga digunakan patokan pensiun untuk seorang dokter pegawai negeri sipil bekerja di RS pemerintan. Tetapi, jika si dokter tersebut menjadi dosen atau dokter pendidik klinis maka usia pensiunanya dinaikkan sampai 65 tahun. Pada kalangan militer, usia pensiun bintara tamtama 53 tahun, sedang untuk perwira 58 tahun. Asuransi kesehatan pasti akan memberikan premi yang besar pada kelompok pasien diatas 60 tahun.
Sampai saat ini, memang tidak ada syarat umur maksimal untuk menjadi presiden. Di Amerika syarat umur minimal 35 tahun dan tidak ada batas maksimal. Presiden Ronald Reagen merupakan presiden tertua yaitu hampir berumur 77 tahun pada akhir masa jabatannya presidennya. Filipina menggunakan umur 40 tahun sebagai batas minimal menjadi presiden. Kontitusi kitapun tidak mensyaratkan  umur maksimal menjadi presiden.
Pertanyaan berikutnya apakah seseorang yang berumur  diatas 65 tahun boleh memimpin bangsa atau pemimpin daerah dilihat dari sudut kesehatan?
Kalau bicara sehat atau tidak sehat terhadap seseorang faktor umur bukan menjadi pertimbangan utama. Tetapi jika dihubungkan dengan pekerjaan yang menggunakan fisik tentu umur harus menjadi pertimbangan. Selain itu kondisi  kesehatan seseorang calon pemimpin atau kepala daerah saat ini juga harus bisa memprediksi kesehatan 5 tahun ke depan selama yang bersangkutan menjabat menjadi pemimpin. 
Sehat atau tidak sehat dinilai dari berbagai hal antara lain: penilaian aspek psikologi dan ini dapat dinilai melalui tes psikometri. Secara fisik yang harus dievaluasi adalah kondisi jantung, paru, ginjal, liver, mata dan THT. Pada wanita kesehatan organ kewanitaan juga harus menjadi perhatian.  Harus dipastikan apakah ada hendaya pada organ-organ tersebut sehingga membuat calon pemimpin tersebut tetap sehat  menjadi pimpinan selama 5 tahun kedepan.
World Health Organization (WHO) mengestimasi bahwa lebih dari 75 persen kematian pada negara industi terjadi pada usia diatas 65 tahun karena penyakit jantung, kanker dan penyakit pembuluh darah otak (stroke). Sehingga penyakit ini juga harus menjadi perhatian dalam mengevaluasi status kesehatan seseorang yang berumur diatas 65 tahun.
Selain membicarakan masalah kesehatan fisik, masalah kematangan seseorang menjadi hal yang penting. Hanya melihat umur memang agak susah untuk menilai matang tidak matangnya seseorang. Tetapi secara umur, umur diatas 50 tahun disebutkan sudah bisa dikatakan matang untuk menjadi seseorang pemimpin bangsa, malah sejarah membuktikan bahwa Bung Karno dan Pak Harto belum berumur 50 tahun saat menjadi presiden. Isu mengenai umur seseorang pemimpin bangsa maupun kepala daerah akan terus bergulir tetapi semangatnya tetap kita membutuhkan pemimpin yang sehat dan dapat bekerja dengan sebaik-baiknya untuk  bangsa dan negara kita.
Salam sehat

Artikel Terbaru